Monday, 10 December 2012

Song : Five Minutes - Bila

Five Minutes - Bila


Dengerin nih lagu sebenarnya udah lama banget. Itu juga karena ada di hard disk laptop, iseng nyomot salah satu dari band ini ke Winamp, ternyata pas didengerin asik juga. Band ini udah lama banget berdirinya. Five Minutes adalah sebuah band pop rock yang berasal dari Kota Kembang Bandung berdiri tahun 1994.

Drie dan Ricky bertemu pada awal tahun 1990-an dan sempat membentuk band yang tampil di sejumlah kafe. Namun band ini hanya bertahan selama 2 tahun. Mereka kemudian membentuk Five Minutes bersama Sonny (gitaris), Dicky (drummer) dan Sanny (vokalis) di tahun 1994 untuk mengikuti Fetival Band Se-Jabar DKI di Bandung. Dalam ajang tersebut mereka berhasil menjadi juara 1 dari 102 peserta. Tak lama, mereka pun masuk dapur rekaman. Album perdana mereka bertajuk Five Minutes (1995), yang diikuti oleh Five Minutes 2 (1996), Romantik (1997), Ouw! (1997), Sekat (2002), dan The Best +5 (2003). Penampilan yang unik dengan mengenakan sarung dan baju gombrong di panggung, menjadi salah satu daya tarik mereka. Bahkan mereka sempat membuat video klip lagu "Ouw" di Australia dengan mengenakan sarung.

Lagu "Bila" ini dibawakan sama formasi kedua Five Minutes klo gak salah yah.. Abis band ini udah gonta ganti personil mulu.

Penampakan personil Five Minutes (jadul abis)



Lirik lagu lengkap nya :

Untaian kata terindah selalu terucap 
Memuji diriku sejukkan jiwaku
S'makin lama ku tengelam dalam lautmu 
Di dalam pelukmu
 

Mungkin kutak seindah cintamu yang dulu
Namun kan ku berikan yang terbaik untukmu
 

Reff: 
Bila kau pergi simpanlah namaku jauh di lubuk hatimu
Bila kau kan kembali masih terbuka hatiku untukmu untukmu 

Sebenarnya cerita dari lagu ini sedih karena ditinggal pergi oleh kekasihnya tapi irama lagu ini terdengar cukup fun dan khas vokalis Five Minutes yang dulu banget (entah kemana sekarang tuh vokalisnya). Download dan nikmati aja deh lagunya, dijamin lama-lama bakalan suka.

Kisah : Be An Eagle



Be An Eagle

Tidak ada seorang pun yang dapat membuatmu melayani pelanggan dengan lebih baik. Itu karena pelayanan yang baik adalah sebuah PILIHAN …

Harvey Mackay, menceritakan sebuah kisah tentang seorang pengemudi taksi yang membuktikan hal ini.

Suatu hari ia sedang mengantri menunggu taksi di sebuah airport. Ketika sebuah taksi mendekat hal pertama yang ia perhatikan adalah keadaan taksi tersebut yang tampak sudah digosok hingga mengkilap. Pengemudi taksi yang terlihat sangat rapi dalam kemeja putih, dasi hitam dan celana panjang hitam tersebut keluar dan memutari taksi tersebut untuk membukakan pintu untuk Harvey.

Dia memberi temanku sebuah kartu yang telah dilaminating dan berkata: "Saya Wally, supir anda. Selagi saya memasukan barang-barang anda ke bagasi, saya harap anda bersedia untuk membaca pernyataan misi saya."

Harvey mengambil dan membaca kartu tersebut.

Di sana tertulis :

Pernyataan Misi Wally : "Untuk mengantarkan penumpang saya ke tempat tujuan mereka dengan cara tercepat, teraman, dan termurah dalam lingkungan yang bersahabat".

Hal ini sempat membuat Harvey terkejut. Terutama ketika ia menyadari bahwa keadaan di dalam taksi tersebut persis sama dengan tampak luarnya. Bersih tanpa noda !

Sambil mengemudi, Wally berkata, "Apakah anda mau segelas kopi ? Saya memiliki satu thermos kopi biasa dan satu decaf." Sambil bercanda teman saya berkata, "Tidak, saya lebih memilih soft drink." Wally tersenyum dan berkata, "Tidak masalah, Saya memiliki pendingin yang berisi Cola, Diet Cola, air, dan jus jeruk."

Harvey berkata dengan hampir tergagap, "Baiklah saya akan mengambil Diet Cola."

Sambil memberikan minuman kepada Harvey, Wally berkata, "Bila anda membutuhkan bacaan, saya punya Wall Street journal, Time, Sport illustration dan USA Today."

Sambil menepi, Wally menawarkan teman saya sebuah kartu berlaminating yang lain. "Ini adalah beberapa daftar stasiun radio dan musik yang dimainkannya yang dapat diputar disini bila anda berkenan mendengarkan radio."

Dan seakan semua itu tidak cukup, Wally memberitahu Harvey bahwa AC telah dinyalakan dan bertanya apakah suhunya sudah cukup nyaman untuknya.

Kemudian ia menyarankan rute terbaik menuju tempat tujuannya di waktu seperti saat itu. Dia juga berkata bahwa ia akan sangat senang untuk mengobrol atau menceritakan tentang beberapa pemandangan, atau jika Harvey lebih memilih untuk dibiarkan sendiri.

"Wally, tolong beri tahu saya," dengan kagum teman saya bertanya kepada pengemudi tersebut, "Apakah anda selalu melayani setiap penumpang seperti ini ?"

Wally tersenyum melalui kaca spion depan.

"Tidak, tidak selalu, malahan hal ini baru saya lakukan dua tahun belakangan ini. Selama lima tahun pertama saya mengemudikan taksi, saya menghabiskan sebagian besar waktu saya untuk mengeluh sebagaimana yang dilakukan kebanyak pengemudi taksi. Hingga suatu hari saya mendengar guru pengembangan pribadi, Wayne Dyer, di radio. Dia baru saja menulis sebuah buku berjudul 'Anda akan Melihatnya Ketika Anda Mempercayainya' ."

"Dyer berkata bila kamu bangun di pagi hari dan mengharapkan hari yang baik, namun kamu sering mengeluh dan bersikap negatif terhadap setiap keadaan. Maka kamu akan mendapati hari-hari yg buruk."

"Dia berkata, 'Berhentilah mengeluh! Buatlah dirimu berbeda dalam kompetisi. Jangan menjadi seekor bebek. Jadilah seekor Elang.

'Bebek terbiasa mengeluh sedangkan Elang terbang tinggi di angkasa dengan penuh kedamaian dan kemenangan."


Demak Trip : Masjid Demak

Masjid Demak


Tampak Depan Mesjid Demak dengan Menara
Selama ini hanya pernah mendengar kisah mengenai Walisongo dari bacaan atau pun televisi. Alhamdulillah pada akhirnya saya dan istri berkesempatan mengunjungi langsung ke tempat-tempat bersejarah tersebut. Perjalanan pertama dengan mengunjungi Mesjid Demak yang terletak di jantung kota.
Tampak Bagian Dalam Mesjid
Masjid ini dipercayai pernah menjadi tempat berkumpulnya para ulama (wali) yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa yang disebut dengan Walisongo. Pendiri masjid ini diperkirakan adalah Raden Patah, yaitu raja pertama dari Kesultanan Demak sekitar abad ke-15 Masehi.
Raden Patah bersama Wali Songo mendirikan masjid yang karismatik ini dengan memberi gambar serupa bulus. Ini merupakan candra sengkala memet, dengan arti Sarira Sunyi Kiblating Gusti yang bermakna tahun 1401 Saka. Gambar bulus terdiri atas kepala yang berarti angka 1 (satu), 4 kaki berarti angka 4 (empat), badan bulus berarti angka 0 (nol), ekor bulus berarti angka 1 (satu). Dari simbol ini diperkirakan Masjid Agung Demak berdiri pada tahun 1401 Saka.
Tampak Bagian Luar Dari Mesjid
Masjid ini mempunyai bangunan-bangunan induk dan serambi. Bangunan induk memiliki empat tiang utama yang disebut saka guru. Salah satu dari tiang utama tersebut konon berasal dari serpihan-serpihan kayu, sehingga dinamai saka tatal. Bangunan serambi merupakan bangunan terbuka. Atapnya berbentuk limas yang ditopang delapan tiang yang disebut Saka Majapahit. Atap limas Masjid terdiri dari tiga bagian yang menggambarkan ; (1) Iman, (2) Islam, dan (3) Ihsan. Di Masjid ini juga terdapat “Pintu Bledeg”, mengandung candra sengkala, yang dapat dibaca Naga Mulat Salira Wani, dengan makna tahun 1388 Saka atau 1466 M, atau 887 H.
Museum Masjid Agung Demak
Di dalam lokasi kompleks Masjid Agung Demak, terdapat beberapa makam raja-raja Kesultanan Demak dan para abdinya. Di kompleks ini juga terdapat Museum Masjid Agung Demak, yang berisi berbagai hal mengenai riwayat Masjid Agung Demak.
Masjid Agung Demak dicalonkan untuk menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1995.
Makam-makam Raja


Tips : Kiat Menjadi Karyawan Andalan

Kiat Menjadi Karyawan Andalan
Tak bisa dipungkiri, sampai sekarang pun, orang seperti saya masih belum bisa menciptakan lapangan usaha sendiri. Kerja juga masih ikut orang. Menjadi karyawan yang dapat diandalkan adalah salah satu tujuan dalam bekerja, di samping tujuan lain yang juga tidak kalah pentingnya. Nah, artikel berikut mungkin bisa kita jadikan bahan untuk memotivasi diri agar bisa lebih baik. Silakan disimak..
Betapa menyenangkan bila Anda, sebagai seorang karyawan, mengalami hal seperti ini: dipercaya dan diandalkan atasan maupun rekan kerja. Anda pasti akan merasakan hari-hari yang indah di lingkungan kerja. Sebab, selain “diorangkan,” kerja Anda diperhatikan dan dihargai, Anda juga tidak dipandang sebelah mata.
Bagaimanakah caranya agar Anda bisa menjadi karyawan yang diandalkan di tempat kerja? Apakah Anda harus lihai mencari muka di depan atasan? Ataukah Anda harus menyediakan uang sogokan untuk atasan, agar Anda menjadi pusat perhatiannya, sehingga proyek-proyek penting diberikan kepada Anda. Tentu tidak. Tidak perlu neko-nekolah untuk menjadi karyawan yang bisa diandalkan. Kiat berikut bisa Anda jadikan bahan pertimbangan untuk mempersiapkan Anda menjadi karyawan andal.
1. Inovatif
Untuk bisa diandalkan, salah satu caranya adalah memiliki karakter inovatif, jangan sampai Anda mandek dalam berpikir maupun bekerja. Malah sebaliknya, Anda harus mampu menciptakan terobosan-terobosan baru yang bermanfaat bagi perusahaan. Apalagi di zaman globalisasi, kreasi Anda sangat diharapkan. Dengan kreativitas yang Anda miliki, perusahaan akan mempercayai Anda sebagai karyawan yang bisa diandalkan. Jadi, tanyakan pada diri Anda, apakah Anda sudah inovatif?
2. Cerdik
Cerdik, tapi jangan licik. Jika Anda memiliki kecerdikan, perusahaan tertentu akan mengandalkan Anda sesuai bidang yang Anda kuasai. Dalam hal ini, Anda dituntut untuk cepat memahami situasi tertentu, “Sedang mengalami kesulitankah perusahaan saya? Atau sebaliknya, sedang mengembangkan bisniskah perusahaan saya?”
Jika sedang mengalami masalah, Anda diharapkan pandai mencari pemecahannya. Dan jika sedang berkembang, Anda harus cerdik menemukan peluang-peluang baru. Kecerdikan yang Anda miliki akan menuntun perusahaan mempercayai Anda sebagai karyawan yang diandalkan. Siapkah Anda?
3. Gigih
Karyawan yang andal pasti memiliki kegigihan dalam bekerja. Ia tidak akan gampang loyo, dan bahkan mampu mengatur ritme kerja dengan sempurna. “Sudah gigihkah saya dalam bekerja?” Jika ingin menjadi karyawan andal, gigihlah dalam segala hal. Juga, tetaplah teguh pada pendirian atau pikiran-pikiran cemerlang Anda. Selama pendirian dan ide-ide Anda brilian, pertahankan terus. Jangan mudah dijatuhkan oleh rekan kerja yang mungkin tidak senang Anda sukses dalam meniti karier.
Selain itu, Anda juga harus ulet dalam menjalankan tugas yang diberikan perusahaan. Jangan mudah patah semangat bila ada tantangan yang berat, misalnya ketika Anda harus berhadapan dengan pesaing yang kuat. Melihat kegigihan Anda, perusahaan tidak akan ragu-ragu mengandalkan Anda untuk melaksanakan tugas yang berat.
4. Kompetitif
Menghadapi persaingan yang ketat, Anda diharapkan oleh perusahaan untuk menjadi petarung yang hebat. Anda sebaiknya berjiwa kompetitif, yang peka terhadap persaingan yang ada. Jangan mudah mengkerut bila melihat kompetitor seakan-akan kuat. Pastikan dalam diri Anda, bahwa betapa pun kuatnya seseorang atau pesaing, pasti memiliki kelemahan.
Di sinilah, Anda dituntut untuk tajam melihat kelemahan pesaing. Ketajaman Anda melihat pesaing akan mendorong perusahaan untuk mengandalkan Anda dalam mengalahkan pesaing.
5. Banyak Relasi
Banyaknya relasi juga bisa menentukan Anda diandalkan oleh perusahaan. Sebab jika Anda kuper alias kurang pergaulan, peluang kerja sama dengan relasi bisnis bisa jadi tertutup. Padahal, di era yang mengglobal ini, semakin banyak relasi bisnis, semakin besar peluang untuk membesarkan perusahaan. Nah, jika Anda memiliki banyak relasi, bagaimana perusahaan tidak mengandalkan Anda.
6. Jago Bernegosiasi 
Banyaknya relasi bila dibarengi dengan jago bernegosiasi, akan semakin melengkapi kelebihan Anda. Sebab, meskipun banyak relasi bisnis, bila kurang memahami teknik-teknik negosiasi, Anda akan menjadi target pasar mereka. Dengan demikian, perusahaan Anda hanya akan menjadi obyek, bukan subyek. Ini akan berpengaruh pada perkembangan perusahaan Anda. Nah, bila Anda ingin menjadi karyawan yang bisa diandalkan, jadilah karyawan yang jago bernegosiasi.
7. Tambah Kepandaian
Sebagai karyawan, janganlah bodo-bodo amat. Apalagi, kurang informasi yang berkaitan dengan bisnis yang dijalankan oleh perusahaan tempat Anda bekerja. Milikilah inteligensi atau kecerdasan agar Anda sukses dalam bekerja. Yang bisa Anda lakukan adalah belajar, belajar, dan belajar. Terutama tentang seluk-beluk pekerjaan Anda.
Juga, belajarlah untuk cepat menyesuaikan diri terhadap pengalaman-pengalaman baru. Anda pun dituntut untuk mahir menggunakan pengetahuan yang Anda miliki untuk menyiasati kondisi yang selalu berkembang. Dengan memiliki inteligensi, apalagi didukung dengan bakat-bakat yang Anda miliki, membuka peluang Anda menjadi karyawan yang diandalkan.
8. Supel
Orang yang supel, biasanya diterima di lingkungan apa saja. Termasuk, di lingkungan kerja. Karyawan yang supel, akan sangat mudah diterima oleh atasan maupun rekan kerja. Dan sikap mudah bergaulnya, bisa-bisa selalu membawa keceriaan bagi lingkungan kantor, yang tidak akan luput dengan ketegangan dan stres.
Mudahnya beradaptasi, baik itu beradaptasi dengan lingkungan dan pekerjaan, akan mempercepat dia meraih simpati dari atasan maupun rekan kerja. Ujung-ujungnya, setiap langkahnya akan selalu diperhatikan atasan maupun rekan kerja. Jadi, untuk menjadi karyawan yang diandalkan, bersikaplah supel. Jangan kaku dalam bekerja dan bergaul.
9. Berprestasi
Karyawan yang berprestasi sangat besar kemungkinan menjadi andalan bagi perusahaannya. Untuk menjadi karyawan yang berprestasi, paculah diri Anda bekerja sebaik-baiknya. Jangan menyepelekan pekerjaan. Jaga kepercayaan yang diberikan perusahaan kepada Anda, jangan menyalahgunakannya.
Pelajari budaya kerja di lingkungan kantor, pelajari pula instruksi-instruksi yang diberikan. Jangan lepas tanggung jawab bila memang Anda harus mempertanggungjawabkan pekerjaan Anda. Prestasi Anda akan dinilai atasan. Jika memang Anda memiliki nilai lebih, Anda akan mampu menjadi karyawan yang diandalkan.
10. Bermoral
Anda punya prestasi, punya inteligensi, ahli bernegosiasi lagi! Tapi tiba-tiba Anda berpikir, “Kenapa perusahaan tidak pernah mengandalkan saya untuk mengerjakan proyek-proyek besar dan menentukan? Kenapa atasan selalu menunjuk karyawan lain, padahal dia tidak lebih jago dibanding saya?” Selidik punya selidik, Anda melakukan kesalahan yang mungkin tidak Anda sadari.
Ternyata, Anda dinilai atasan terlalu sombong. Atau suka “tipu-tipu dikit”, mengambil untung untuk diri sendiri. Jadi, Anda dinilai
11. Integritas Tinggi
Anda bermutu dan berwibawa, mempermudah jalan untuk menjadi karyawan yang diandalkan. Ditambah lagi, Anda memiliki kejujuran yang tinggi dalam bekerja, tidak memiliki track record yang kurang baik dalam karier. Dengan kata lain, Anda memiliki integritas yang tinggi. Rasanya akan rugi perusahaan tidak mengandalkan Anda, jika Anda berintegrasi tinggi.
12. Koordinatif
Salah satu syarat untuk menjadi karyawan yang diandalkan, mampulah berkoordinasi. Baik koordinasi dengan atasan maupun rekan kerja. Jadi jangan bekerja semau gue, tanpa memperhatikan mekanisme kerja yang sudah dibuat. Sifat koordinatif yang Anda miliki, di samping mempermudah Anda berinteraksi dengan atasan maupun rekan kerja, juga memuluskan Anda menjalin kerja sama dengan mitra bisnis. “Apakah selama ini saya selalu bekerja sendirian, tanpa memperdulikan kerja tim?”
13. Jangan Gaptek 
Anda pasti tahu, saat ini teknologi berkembang pesat. Bahkan sering membuat kita tercengang. Untuk itu, Anda dituntut untuk terus mengikuti perkembangan teknologi yang berkaitan dengan karier Anda. Jangan sampai Anda “gaptek” (gagap teknologi). Misalnya saja, teknologi komputer dan internet. Jangan sampai, Anda yang brilian, malah tidak bisa mengoperasikan komputer dan buta dengan internet. Jika ini terjadi, akan rugilah Anda sebagai karyawan yang memiliki kelebihan. Dan ujung-ujungnya, perusahaan akan meragukan Anda sebagai karyawan andal.